MikroTik KungFu Kitab 1 (2019)

RFC 1519 adalah dokumen standar dalam serangkaian RFC yang membahas tentang penggunaan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) dalam Internet Protocol (IP) versi 4 (IPv4). Dokumen ini berjudul “Classless Inter-Domain Routing (CIDR): an Address Assignment and Aggregation Strategy” dan diterbitkan pada September 1993.

CIDR adalah teknik yang digunakan untuk mengalokasikan dan mengelola alamat IP dalam jaringan IPv4 dengan lebih efisien daripada metode yang digunakan sebelumnya, yang didasarkan pada kelas alamat IP (Class A, Class B, dan Class C). RFC 1519 memperkenalkan konsep CIDR dan menjelaskan bagaimana teknik ini memungkinkan penggunaan blok alamat IP yang lebih fleksibel.

Berikut adalah beberapa poin utama yang dibahas dalam RFC 1519:

  1. Pengenalan CIDR: Dokumen ini memperkenalkan konsep CIDR dan mengapa CIDR diperlukan. Sebelum CIDR, alokasi alamat IP didasarkan pada kelas alamat, yang menghasilkan pemborosan alamat IP dan masalah pengelolaan.
  2. Notasi Prefix-Length: RFC 1519 memperkenalkan notasi prefix-length yang digunakan untuk mengidentifikasi jumlah bit signifikan dalam alamat IP (subnet mask). Ini memungkinkan pengelola jaringan untuk dengan fleksibel mengalokasikan blok alamat yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
  3. Aggregasi Alamat: Dokumen ini menjelaskan bagaimana CIDR memungkinkan agregasi alamat, yaitu menggabungkan beberapa blok alamat IP menjadi satu blok yang lebih besar. Ini membantu mengurangi beban pengoperasian dan pengelolaan tabel rute di router Internet.
  4. Penerapan di Internet: RFC 1519 memberikan panduan tentang bagaimana CIDR dapat diimplementasikan dalam infrastruktur Internet dan menguraikan perubahan yang diperlukan pada perangkat jaringan, protokol rute (seperti BGP – Border Gateway Protocol), dan alat-alat administrasi.

RFC 1519 sangat penting dalam sejarah Internet karena membantu mengatasi masalah penipisan alamat IP yang semakin meresahkan di tengah pertumbuhan pesat Internet. Penggunaan CIDR memungkinkan alokasi dan penggunaan alamat IP yang lebih efisien, dan menjadi salah satu langkah penting menuju kelangsungan Internet IPv4 di tengah kekurangan alamat IPv4 yang semakin parah.

MikroTik KungFu Kitab 1 (2019)